Selama tahapan PPL Terbimbing dari awal hingga akhir di SMPN 31 Padang, saya belajar bahwa menyusun perangkat pembelajaran Informatika bukan sekadar menyiapkan materi teori, melainkan merancang sebuah skenario pengalaman belajar yang utuh dan bermakna bagi siswa kelas VII. Di awal siklus, saya belajar mengidentifikasi karakteristik dan tingkat literasi digital awal siswa yang beragam, khususnya dalam memahami konsep Etika Digital dan Jejak Digital. Pada siklus pertengahan, saya mulai memahami cara menyelaraskan materi tersebut ke dalam aktivitas kooperatif yang interaktif menggunakan model Cooperative Learning tipe STAD melalui analisis studi kasus nyata, seperti menyaring dampak negatif cyberbullying dan merespon ajakan balapan liar dari tangkapan layar (screenshot) media sosial. Di akhir siklus, saya berhasil mengintegrasikan pembelajaran berbasis praktik langsung di laboratorium komputer untuk materi Pengenalan Microsoft Office (Word & Excel). Saya belajar menerapkan tiga pilar Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) secara komprehensif, mulai dari apersepsi berbasis lingkungan kontekstual siswa, diskusi kelompok heterogen, hingga instrumen cek pemahaman diri serta kuis individual mandiri.
Tantangan nyata di lapangan: Tantangan paling nyata di lapangan adalah keterbatasan manajemen waktu dalam alokasi 2 x 40 menit, mengatasi ketimpangan keaktifan siswa saat kerja kelompok, serta kendala teknis perangkat laboratorium. Pada topik Etika Digital dan Cyberbullying, tingginya antusiasme siswa memicu keterbatasan waktu diskusi sehingga dari total kelompok yang ada, hanya 2 sampai 3 kelompok yang mendapatkan kesempatan maju tampil presentasi. Selain itu, terdapat dinamika di mana beberapa murid cenderung pasif dan menyerahkan tugas sepenuhnya kepada teman yang aktif. Sementara pada praktik Microsoft Office di laboratorium, tantangannya adalah keterbatasan optimalisasi fasilitas pendukung seperti tampilan proyektor yang bergaris serta adanya siswa yang harus berbagi perangkat komputer sehingga berisiko mengurangi pemerataan kesempatan praktik.
Solusi yang diterapkan di lapangan:
Dalam diskusi refleksi akhir bersama Dosen Pembimbing Lapangan (Dr. Dedy Irfan, S.Pd, M.Kom) dan Guru Pamong (Marnis, S.Pd), beberapa poin saran konstruktif yang diberikan sebagai modal berharga untuk memasuki tahapan PPL Mandiri adalah: