Njuah-njuah! Perkenankan saya Ahmad Saleh Bancin, seorang pendidik yang lahir dan dibesarkan di bumi Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Daerah asal saya merupakan tanah subur di dataran tinggi yang kaya akan tradisi luhur, salah satunya adalah filosofi Suluk (nilai kerja keras dan kebersamaan) serta melodi indah musik tradisional Sikambang. Keunikan budaya Pakpak Bharat yang harmonis antara tradisi dan keteguhan hidup inilah yang membentuk fondasi karakter saya sebagai pribadi yang ulet, adaptif, dan berdaya juang tinggi.
Lahir dari kesadaran bahwa di era digital ini, teknologi bukan lagi sekadar alat, melainkan jembatan emas bagi anak-anak di seluruh pelosok negeri untuk meraih masa depan. Saya terinspirasi untuk membawa perubahan nyata lewat dunia digital.
Saya terpanggil untuk menjadi pendidik yang tidak sekadar mentransfer ilmu komputer, melainkan mampu menanamkan kemampuan berpikir kritis (computational thinking) serta nilai-nilai karakter luhur pada setiap peserta didik.
Menjadi guru profesional yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga konsisten mengasah keterampilan dalam memahami peserta didik, mengelola kelas, dan menghadirkan pembelajaran digital yang bermakna. Saya ingin mendedikasikan langkah ini sebagai bentuk pengabdian nyata untuk mencerdaskan generasi muda, sekaligus membangun karir jangka panjang sebagai guru Informatika yang inovatif, menyenangkan, dan bermanfaat bagi murid.
Kabupaten Pakpak Bharat adalah sebuah wilayah otonom di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, yang beribu kota di Kecamatan Salak. Terletak di kaki Pegunungan Bukit Barisan, daerah ini didominasi oleh tanah ulayat dan kebudayaan Suku Pakpak Suak Simsim. Daerah ini sangat terkenal dengan lanskap alamnya yang hijau serta udaranya yang sejuk.
Pakpak Bharat memiliki banyak air terjun tersembunyi dengan alam yang masih sangat asri. Yang paling populer adalah Air Terjun Lae Mbilulu, sebuah air terjun kembar setinggi sekitar 40 meter yang dikelilingi hutan lebat. Selain itu, terdapat Air Terjun Lae Pinang yang pernah menyabet predikat surga tersembunyi dan Air Terjun Liang Tojok yang memiliki nilai sejarah sebagai tempat persembunyian Sisingamangaraja XII.
Situs Megalitikum Mejan berupa peninggalan kebudayaan megalitik khas masyarakat Pakpak berupa patung atau arca batu yang dipahat dan melambangkan status sosial atau penghormatan kepada leluhur pada masa lampau.
Pelleng adalah makanan khas Pakpak yang memiliki makna filosofis mendalam. Berupa hidangan nasi yang dimasak dengan bumbu dan rempah-rempah khusus sehingga berwarna kuning atau kecoklatan—makanan ini dicampur dengan ayam (biasanya ayam kampung) atau daging yang telah dibumbui.
Pelleng menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan semangat. Makanan ini wajib dihidangkan dalam upacara adat sukacita, seperti acara menanda tahun (syukur panen), perayaan keluarga, atau untuk menyambut tamu kehormatan.
Pakaian adat Pakpak didominasi oleh warna hitam yang melambangkan kewibawaan dan kesakralan. Pakaian adat ini tidak lepas dari penggunaan Oles, yaitu kain tenun tradisional khas Pakpak. Kain ini memiliki berbagai jenis dan motif yang disesuaikan dengan fungsi sosial pemakainya. Pria mengenakan penutup kepala yang disebut bulang-bulang, baju adat merapi-api (atasan lengan panjang dengan warna hitam), celana panjang hitam, serta dilengkapi dengan kain oles yang disilangkan di badan dan aksesoris seperti kalung mencin. Wanita mengenakan penutup kepala yang lebih ramping, baju kurung hitam, bawahan berupa sarung, serta dihiasi dengan lilitan kain oles di bagian pinggang dan dada. Terdapat juga berbagai perhiasan logam atau manik-manik yang melambangkan kemakmuran dan kecantikan.
Menyelenggarakan pembelajaran Informatika yang kreatif berbasis IT, memfasilitasi keberagaman gaya belajar siswa (differentiated learning), dan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila dalam setiap prosesnya.
Menguasai materi esensial informatika dan mahir menerapkan teori belajar modern (seperti Konstruktivisme dan Kognitif) yang terintegrasi dengan teknologi (TPACK).
Menampilkan pribadi yang berintegritas, berempati tinggi, serta mampu berkolaborasi aktif dengan rekan sejawat, orang tua, dan masyarakat sekolah.
Universitas Negeri Padang (UNP) adalah perguruan tinggi negeri berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) berakreditasi Unggul yang terletak di Kota Padang, Sumatera Barat. Berawal dari institusi keguruan (IKIP Padang), kini UNP telah bertransformasi menjadi universitas multidisiplin modern berstandar internasional yang inklusif bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Melalui komitmen terhadap inovasi, pengembangan kewirausahaan, serta infrastruktur yang holistik, UNP terus bergerak maju menuju *World Class University* guna mencetak lulusan yang siap menjawab kebutuhan industri dan kemajuan bangsa.
SMP Negeri 31 Padang adalah salah satu sekolah menengah pertama negeri yang terletak di Jalan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Berawal dari Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP) sebelum bertransformasi menjadi sekolah umum, SMPN 31 Padang kini berkembang sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta iman dan taqwa (imtaq). Sekolah ini dikenal memiliki komitmen kuat dalam pelestarian lingkungan sebagai sekolah Adiwiyata, sekaligus memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan di bidang non-akademik, khususnya sebagai salah satu sekolah pembina olahraga terbaik dengan keunggulan di cabang bela diri seperti karate dan taekwondo hingga tingkat internasional.